Senin, 12 Juni 2017

Diperdamaikan dengan Allah



Bacaan : Roma 5: 1 ~ 11

Diperdamaikan dengan Allah,  Apa sih maksudnya ??

Damai itukan biasanya saat ada 2 orang yang bertengkar terus ada yang mendamaikan. Kapan kita bertengkar dengan Allah ? apakah kita pernah bertengkar dengan Allah sehingga perlu didamaikan ? biasanya kalau ada pertengkaran itu pasti ada yang marah ? siapa yang marah ?
Ada banyak pertanyaan yang  muncul dari tema kita hari ini, mari kita coba untuk memahaminya.

Kapan kita bertengkar dengan Allah?
Lebih tepatnya bukan bertengkar tetapi, berawal dari Manusia adam dan Hawa telah berdosa karena melanggar aturan Allah. Pada saat masih di taman eden sejak saat itulah hubungan manusia dengan Allah menjadi rusak.

Siapakah yang marah? 
Allah Tidak marah, karena ketika Allah mengusir manusia dari taman eden, Allah masih membuatkan pakaian dari kulit binatang dan memakaikannya pada adam dan hawa. Kalau marah kan tidak mungkin masih mau membikinkan pakaian. Jadi Apakah manusia yang marah ? pada saat manusia jatuh dalam dosa mereka tidak marah tetapi takut bertemu dengan Allah.
Dapat di baca di kitab kejadian pasal 3

Sejak saat itu  Allah terus berusaha memperbaiki hubunganNya dengan  manusia. Sejak zaman nabi-nabi, hakim-hakim dan para raja.  Allah terus berupaya untuk menjalin relasi dengan umatNya.  

Tuhan Yesus Hadir sebagai perantara antara Allah dan manusia, melalui Yesus Kristus kita dapat masuk dalam kasih Allah dan mendapatkan pengampunan dosa. Hanya dengan cara itulah kita dapat dipersatukan dengan Allah. 

Bagaimana caranya agar kita bisa mendapatkan pengampunan dosa dan dapat dipersatukan dengan Allah ? 

Mari kita coba cari jawabannya dari bacaan Alkitab yang kita baca tadi:
Ayat 1 dan 2 : 1 Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. 2 Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan  akan menerima kemuliaan Allah.

 Ayat ini adalah terjemahan dari apa yang Tuhan Yesus ucapkan pada injil Yoh 14:6 "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
 
Kerusakan manusia karena dosa telah dipulihkan Tuhan Yesus, dan kita boleh bermegah dalam pengharapan untuk menerima Kemuliaan Allah. Karena menyandang kemuliaan Allah, kita tidak boleh sembarangan bertindak di dalam hidup kita. Artinya, kita harus tetap hidup kudus, karena kita sedang menyandang dan memancarkan kemuliaan Allah di dalam Kristus. 

Sebagai murid Yesus Kristus, kita tidak boleh hanya berhenti di konsep anugerah, tetapi terus berlanjut pada pertanggungjawaban sebagai respon kita terhadap anugerah Allah yaitu dengan menjalankan perintah-Nya.

Jangan hanya dimulut saja bilang saya percaya Tuhan Yesus saya muridnya Tuhan Yesus, tetapi harus di wujudkan dalam tingkah laku dan perbuatan kita. Ngomongnya percaya ngomongnya murid Tuhan Yesus tapi masih suka marah-marah,  masih suka nyontek. Masih suka mbolos, masih suka berkelahi, masih suka nyuri dan yang lain-lain yang tidak seturut dengan kehendak Tuhan.

Baik Selanjutnya pada ayat 3 dan 4 : 3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, 4 dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa dalam keadaan apapun, murid Yesus dapat berbuah. Jadi Jangan berpikiran kalau kita sudah menjadi orang percaya sudah menjadi muridnya Tuhan Yesus, maka kita akan terlepas dari segala penderitaan, harus dihayati bahwa dalam penderitaan sekalipun, murid-murid Tuhan Yesus tetap akan berbuah. Ketekunan, tahan uji dan pengharapan, adalah suatu proses dalam kesengsaraan yang boleh kita megahkan(Sukacitakan) dalam nama Yesus Kristus. Menjadi orang Kristen atau murid Yesus bukan seketika menjadikan kita kebal dan bebas dari derita dan sengsara, melainkan menjadikan kita berbuah, bahkan dalam kesengsaraan sekalipun.

Selanjutnya pada ayat 5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita  oleh Roh Kudus  yang telah dikaruniakan kepada kita.
Rasul Paulus mengingatkan kita, bahwa pengharapan kita atas dasar Yesus Kristus tidak akan pernah mengecewakan dan sekarang ini kita punya Roh Kudus yang Tuhan Yesus tinggalkan bersama kita. Tugas kita adalah supaya kita tidak lepas dari pengharapan itu dan berpaling ke dunia. ketika kita sebagai Murid Tuhan Yesus berusaha sungguh-sungguh memegang Firman Tuhan dan Kebenaran, maka roh Kudus Tuhan akan selalu membimbing kita agar kita tidak jatuh dalam dosa.

Selanjutnya pada ayat 6 – 11, Rasul Paulus mengingatkan kita betapa besar kasih Tuhan kepada Manusia, pada saat manusia masih berdosa Tuhan telah mengampuni dosa manusia melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Agar melalui Yesus Kristus kita dapat beroleh sukacita dalam Allah dan didamaikan dengan Allah.

Jadi … apakah adik-adik sudah menemukan jawaban dari pertanyaan diatas tadi?

Bagaimana caranya agar kita bisa mendapatkan pengampunan dosa dan dapat dipersatukan dengan Allah ?

Apakah seperti ayat 1 – 2 : jadi murid Tuhan Yesus jangan di mulut saja tetapi harus di lakukan dalam tingkah laku dan perbuatan kita. Baru kita mendapat pengampunan dosa dan dipersatukan dengan Allah ?

Apakah seperti Ayat 3 – 4 : Kita harus tahan uji dan tetap memiliki pengharapan dalam menghadapi penderitaan. Baru kita mendapat pengampunan dosa dan dipersatukan dengan Allah ?

Apakah seperti ayat ke-5 Kita harus berpegang teguh kepada Firman Tuhan dan kebenaran. Baru kita mendapat pengampunan dosa dan dipersatukan dengan Allah ?

Bagaimana adik-adik, Bagaimana caranya agar kita bisa mendapatkan pengampunan dosa dan dapat dipersatukan dengan Allah ?

Jawabannya adalah tidak ada cara apapun yang dapat kita lakukan untuk dapat memperoleh pengampunan dosa dan dapat dipersatukan dengan Allah ?

Karena dengan segala kekuatan dan kemampuan manusia, kita tidak akan mungkin bisa mendapatkan Pengampunan Dosa. 

berbuat baik untuk mendapatkan imbalan/pahala : wah dosaku sudah banyak, bentar aku tak jual rumah dulu buat nyumbang panti asuhan, dosaku kemarin seharga 40jt rumahku laku 100jt wah masih sisa 60jt lumayan masih bisa berbuat dosa lagi untuk 3 tahun kedepan. Atau mungkin kalau sekarang nyumbangnya langsung 1Milyar bisa dapat voucher bebas berbuat dosa selama 2 tahun. Kalau seperti ini cuman yang kaya saja yang ditebus dosanya.

Karena sangat berbeda antara berbuat baik untuk memperoleh keselamatan dengan berbuat baik karena bersyukur telah di selamatkan oleh Allah melalui Yesus Kristus.

Kita melakukan perbuatan baik, kita hidup tahan uji dalam penderitaan dan penuh pengharapan akan Tuhan, kita berpegang teguh kepada firman Allah dan kebenaran itu BUKAN UNTUK MENDAPATKAN PENEBUSAN DOSA DAN KESELAMATAN. Tetapi semuanya itu kita lakukan karena kita BERSYUKUR ALLAH TELAH MENGAMPUNI DOSA KITA

Tuhan Memberkati kita semua, Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar