Bacaan : Roma 5: 1 ~
11
Diperdamaikan dengan
Allah, Apa sih maksudnya ??
Damai itukan biasanya saat
ada 2 orang yang bertengkar terus ada yang mendamaikan. Kapan kita bertengkar dengan
Allah ? apakah kita pernah bertengkar dengan Allah sehingga perlu didamaikan ?
biasanya kalau ada pertengkaran itu pasti ada yang marah ? siapa yang marah ?
Ada banyak pertanyaan
yang muncul dari tema kita hari ini,
mari kita coba untuk memahaminya.
Kapan
kita bertengkar dengan Allah?
Lebih tepatnya bukan
bertengkar tetapi, berawal dari Manusia adam dan Hawa telah berdosa karena
melanggar aturan Allah. Pada saat masih di taman eden sejak saat itulah
hubungan manusia dengan Allah menjadi rusak.
Siapakah
yang marah?
Allah Tidak marah, karena ketika Allah
mengusir manusia dari taman eden, Allah masih membuatkan pakaian dari kulit
binatang dan memakaikannya pada adam dan hawa. Kalau marah kan tidak mungkin
masih mau membikinkan pakaian. Jadi Apakah manusia yang marah ? pada saat
manusia jatuh dalam dosa mereka tidak marah tetapi takut bertemu dengan Allah.
Dapat di baca di kitab
kejadian pasal 3
Sejak saat itu Allah terus berusaha memperbaiki hubunganNya
dengan manusia. Sejak zaman nabi-nabi,
hakim-hakim dan para raja. Allah terus
berupaya untuk menjalin relasi dengan umatNya.
Tuhan Yesus Hadir sebagai
perantara antara Allah dan manusia, melalui Yesus Kristus kita dapat masuk
dalam kasih Allah dan mendapatkan pengampunan dosa. Hanya dengan cara itulah
kita dapat dipersatukan dengan Allah.
Bagaimana caranya agar kita bisa mendapatkan pengampunan dosa dan
dapat dipersatukan dengan Allah ?
Mari kita coba cari
jawabannya dari bacaan Alkitab yang kita baca tadi:
Ayat 1 dan 2 : 1 Sebab
itu, kita yang dibenarkan karena iman kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita,
Yesus Kristus. 2 Oleh Dia
kita juga beroleh jalan masuk oleh iman kepada kasih karunia ini. Di
dalam kasih karunia ini kita berdiri dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah.
Ayat
ini adalah terjemahan dari apa yang Tuhan Yesus ucapkan pada injil Yoh 14:6 "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang
datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.
Kerusakan manusia karena dosa telah dipulihkan Tuhan Yesus, dan kita boleh bermegah dalam pengharapan untuk menerima Kemuliaan Allah. Karena menyandang kemuliaan Allah, kita tidak boleh sembarangan bertindak di dalam hidup kita. Artinya, kita harus tetap hidup kudus, karena kita sedang menyandang dan memancarkan kemuliaan Allah di dalam Kristus.
Sebagai murid Yesus Kristus,
kita tidak boleh hanya berhenti di konsep anugerah, tetapi terus berlanjut pada
pertanggungjawaban sebagai respon kita terhadap anugerah Allah yaitu dengan
menjalankan perintah-Nya.
Jangan hanya dimulut saja
bilang saya percaya Tuhan Yesus saya muridnya Tuhan Yesus, tetapi harus di
wujudkan dalam tingkah laku dan perbuatan kita. Ngomongnya percaya ngomongnya
murid Tuhan Yesus tapi masih suka marah-marah,
masih suka nyontek. Masih suka mbolos, masih suka berkelahi, masih suka
nyuri dan yang lain-lain yang tidak seturut dengan kehendak Tuhan.
Baik Selanjutnya pada ayat 3
dan 4 : 3 Dan bukan hanya itu saja. Kita malah
bermegah juga dalam kesengsaraan kita,
karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, 4 dan
ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.
Rasul Paulus mengingatkan
kita bahwa dalam keadaan apapun, murid Yesus dapat berbuah. Jadi Jangan
berpikiran kalau kita sudah menjadi orang percaya sudah menjadi muridnya Tuhan
Yesus, maka kita akan terlepas dari segala penderitaan, harus dihayati bahwa
dalam penderitaan sekalipun, murid-murid Tuhan Yesus tetap akan berbuah.
Ketekunan, tahan uji dan pengharapan, adalah suatu proses dalam kesengsaraan
yang boleh kita megahkan(Sukacitakan) dalam
nama Yesus Kristus. Menjadi orang Kristen atau murid Yesus bukan seketika
menjadikan kita kebal dan bebas dari derita dan sengsara, melainkan menjadikan
kita berbuah, bahkan dalam kesengsaraan sekalipun.
Selanjutnya pada ayat 5 Dan
pengharapan
tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus
yang telah dikaruniakan kepada kita.
Rasul Paulus mengingatkan
kita, bahwa pengharapan kita atas dasar Yesus Kristus tidak akan pernah
mengecewakan dan sekarang ini kita punya Roh Kudus yang Tuhan Yesus tinggalkan
bersama kita. Tugas kita adalah supaya kita tidak lepas dari pengharapan itu
dan berpaling ke dunia. ketika kita sebagai Murid Tuhan Yesus berusaha
sungguh-sungguh memegang Firman Tuhan dan Kebenaran, maka roh Kudus Tuhan akan
selalu membimbing kita agar kita tidak jatuh dalam dosa.
Selanjutnya pada ayat 6 –
11, Rasul Paulus mengingatkan kita betapa besar kasih Tuhan kepada Manusia,
pada saat manusia masih berdosa Tuhan telah mengampuni dosa manusia melalui
pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Agar melalui Yesus Kristus kita dapat
beroleh sukacita dalam Allah dan didamaikan dengan Allah.
Jadi … apakah adik-adik
sudah menemukan jawaban dari pertanyaan diatas tadi?
Bagaimana caranya agar kita
bisa mendapatkan pengampunan dosa dan dapat dipersatukan dengan Allah ?
Apakah seperti ayat 1 – 2 :
jadi murid Tuhan Yesus jangan di mulut saja tetapi harus di lakukan dalam tingkah
laku dan perbuatan kita. Baru kita mendapat pengampunan dosa dan dipersatukan
dengan Allah ?
Apakah seperti Ayat 3 – 4 :
Kita harus tahan uji dan tetap memiliki pengharapan dalam menghadapi
penderitaan. Baru kita mendapat pengampunan dosa dan dipersatukan dengan Allah
?
Apakah seperti ayat ke-5
Kita harus berpegang teguh kepada Firman Tuhan dan kebenaran. Baru kita
mendapat pengampunan dosa dan dipersatukan dengan Allah ?
Bagaimana adik-adik,
Bagaimana caranya agar kita bisa mendapatkan pengampunan dosa dan dapat
dipersatukan dengan Allah ?
Jawabannya adalah tidak ada
cara apapun yang dapat kita lakukan untuk dapat memperoleh pengampunan dosa dan
dapat dipersatukan dengan Allah ?
Karena dengan segala
kekuatan dan kemampuan manusia, kita tidak akan mungkin bisa mendapatkan
Pengampunan Dosa.
berbuat baik untuk
mendapatkan imbalan/pahala : wah dosaku sudah banyak, bentar aku tak jual rumah
dulu buat nyumbang panti asuhan, dosaku kemarin seharga 40jt rumahku laku 100jt
wah masih sisa 60jt lumayan masih bisa berbuat dosa lagi untuk 3 tahun kedepan.
Atau mungkin kalau sekarang nyumbangnya langsung 1Milyar bisa dapat voucher
bebas berbuat dosa selama 2 tahun. Kalau seperti ini cuman yang kaya saja yang
ditebus dosanya.
Karena sangat berbeda antara
berbuat baik untuk memperoleh keselamatan dengan berbuat baik karena bersyukur
telah di selamatkan oleh Allah melalui Yesus Kristus.
Kita melakukan perbuatan
baik, kita hidup tahan uji dalam penderitaan dan penuh pengharapan akan Tuhan,
kita berpegang teguh kepada firman Allah dan kebenaran itu BUKAN UNTUK
MENDAPATKAN PENEBUSAN DOSA DAN KESELAMATAN. Tetapi semuanya itu kita lakukan
karena kita BERSYUKUR ALLAH TELAH MENGAMPUNI DOSA KITA.
Tuhan Memberkati kita semua, Amin.
Tuhan Memberkati kita semua, Amin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar